7 Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil saat Sembelit

7 Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil saat Sembelit

  • June 23, 2021

Sembelit atau konstipasi yang dialami oleh ibu hamil bisa diatasi dengan konsumsi buah. Ada berbagai buah yang bagus untuk ibu hamil dalam melancarkan buang air besar. 

Masalah konstipasi pada setiap orang memang berbeda-beda. Tapi secara umum, sembelit merupakan kondisi saat seseorang buang air besar kurang dari 3 kali per minggu. Salah satu gejala yang terlihat sebagai tanda sembelit adalah feses keras, kering, atau menggumpal.

Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil Konsumsi Mengatasi Sembelit

1. Buah pir

Buah pir memiliki manfaat untuk meredakan konstipasi karena kaya akan serat. Dalam buah pir yang berukuran sedang, terdapat sekitar 5,5 gram serat atau setara dengan 22% dari asupan serat harian yang disarankan. 

Selain kaya serat, buah pir juga kaya akan fruktosa dan sorbitol. Fruktosa bermanfaat membawa air ke usus besar dan merangsang pergerakan usus. Sedangkan, kandungan sorbitol berfungsi sebagai pencahar alami dan juga membantu membawa air ke usus besar.

2. Apel

Apel merupakan buah yang kaya akan serat. Bahkan dalam 128 gram buah apel terkandung 4,4 gram serat. Jumlah ini setara dengan 17% dari asupan harian yang disarankan. Jadi, memang buah yang bagus untuk ibu hamil mengatasi sembelit salah satunya adalah apel. 

Serat larut dalam buah apel ini berbentuk pektin atau serat makanan. Pektin bisa cepat difermentasi oleh bakteri dalam usus sehingga akan dibentuk menjadi asam lemak rantai pendek. Senyawa ini akan menyerap air ke usus besar.

3. Buah kiwi

Kiwi juga direkomendasikan untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil. Dalam buah kiwi mengandung sekitar 2,5 gram serat dan kaya akan vitamin serta nutrisi, termasuk usus. 

Buah kiwi, menurut penelitian, bisa mendorong pergerakan usus sehingga membuat seseorang mudah buang air besar. Bahkan dalam penelitian sebelumnya, buah kiwi disebut bagus untuk meningkatkan frekuensi buang air besar pada orang yang menderita konstipasi.

4. Jeruk

Buah jeruk bagus untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil. Buah jeruk diketahui mengandung vitamin A dan C yang tinggi. Dalam satu jeruk dengan berat 131 gram, terkandung 3,1 gram serat. Ini setara dengan 13% asupan harian serat yang direkomendasikan. 

Buah jeruk mengandung tinggi pektin dan flavonoid dalam bentuk naringenin. Kedua kandungan ini punya efek positif untuk penderita sembelit. 

5. Prune

Prune terkenal karena kaya serat dan tinggi nutrisi. Nutrisi ini disebut bisa melancarkan dan mempercepat buang air besar. Plum kering ini memang sudah lama dikenal bagus untuk orang yang mengalami sembeli, termasuk ibu hamil. 

Prune mengandung sorbitol dan fenolik yang berperan memperbaiki sistem pencernaan. Kandungan ini bisa meningkatkan frekuensi buang air besar dan menambah konsistensi feses saat mengalami sembelit. 

6. Beri-berian

Buah yang bagus untuk ibu hamil untuk melancarkan buang air besar adalah kelompok beri, seperti raspberry, blueberry, blackberry, dan stroberi. Kelompo beri-berian ini kaya akan serat. 

Setengah cangkir raspberry mengandung 4 gram serat yang baik untuk membantu sistem pencernaan. 

7. Buah kering

Buah kering juga bisa untuk mengatasi sembelit. Buah kering yang dimaksud seperti kismis. Satu cangkir kismis mengandung serat sekitar 7 gram yang bagus untuk membantu memperlancar pencernaan ibu hamil. 

Buah kering lain yang bisa jadi pilihan untuk ibu hamil seperti ara, kurma, atau apricot. Buah kering ini bisa dikonsumsi langsung atau ditambahkan pada sereal maupun muffin.

Itulah 7 buah yang bagus untuk ibu hamil mengatasi sembelit. Selain itu, pastikan Anda konsumsi air putih yang cukup dan menerapkan pola hidup yang sehat.

Mengapa Vitamin C untuk Ibu Menyusui Penting?

Mengapa Vitamin C untuk Ibu Menyusui Penting?

  • June 9, 2021

Ibu menyusui membutuhkan nutrisi dua kali lipat lebih banyak daripada ketika hamil. Salah satu yang penting adalah mencukupi kebutuhan vitamin C untuk ibu menyusui.

Vitamin C memiliki peran yang cukup vital karena mempengaruhi sistem kekebalan tubuh baik ibu dan juga bayi. Selain itu, vitamin C juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit serius tertentu.

Pentingnya vitamin C untuk ibu menyusui

Vitamin C yang juga dikenal sebagai L-ascorbic acid (asam askorbat) ditemukan secara alami di beberapa makanan. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas, salah satunya dihasilkan dari sinar ultraviolet matahari dan polusi lingkungan.

Radikal bebas bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan DNA yang dapat meningkatkan berbagai macam risiko penyakit serius, salah satunya adalah kanker. Vitamin C juga berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, guna memerangi berbagai macam virus, bakteri, dan patogen lainnya yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu menyusui untuk mencukupi kebutuhan vitamin C hariannya. Sebab, saat menyusui tubuh membutuhkan banyak energi dan juga nutrisi serta vitamin yang membantu menyehatkan tubuh.

Vitamin C dapat terserap ke dalam ASI dan dikonsumsi oleh bayi, yang juga akan mendapatkan manfaat lainnya seperti:

  • menyembuhkan luka
  • mengurangi peradangan
  • menyehatkan kulit 
  • mencegah tanda-tanda penuaan
  • mengatasi dan melindungi tubuh dari infeksi
  • membantu penyerapan zat besi
  • mencegah penyakit kanker dan jantung

Kadar vitamin C yang tepat

Tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin C, sehingga kita hanya bisa mendapatkannya dari makanan atau suplemen. Beberapa makanan sumber vitamin C terbaik berasal dari buah-buahan dan sayuran hijau.

Berapa kadar vitamin C untuk ibu menyusui yang tepat? Kadar kebutuhan vitamin C untuk ibu menyusui rata-rata adalah 120 mg per hari, bagi ibu menyusui yang berusia di atas 18 tahun, asupan hariannya adalah 115 mg.

Untuk bayi berusia hingga 6 bulan, asupan rekomendasi harian untuk vitamin C adalah 40 mg per hari. Jumlah ini akan naik hingga 50 mg sampai bayi berusia 1 tahun, dan kembali turun hingga 15 mg sampai berusia 3 tahun.

Batasan asupan vitamin C per hari adalah 2.000 mg per harinya, dengan asupan makanan sehat tiap harinya biasanya tidak akan melebihi jumlah tersebut. Namun jika Anda juga mengonsumsi suplemen vitamin C sebagai tambahan, ada kemungkinan risiko kadar vitamin C yang berlebih. 

Kelebihan kadar vitamin C bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, muntah, mulas, kram perut, dan sakit kepala. Sedangkan pada bayi bisa menyebabkan scurvy atau skorbut jika terjadi pada saat kehamilan.

Skorbut merupakan penyakit langka yang disebabkan hati yang memproses vitamin C terlalu cepat dan membuangnya dari tubuh, terkadang skorbut juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Penyakit ini ditandai dengan gejala pendarahan pada badan, lebam, dan gusi berdarah.

Tips untuk ibu menyusui

Meskipun baik untuk tubuh, mengonsumsi vitamin C untuk ibu menyusui tidak bisa sembarangan. Salah satunya adalah dengan tidak merokok saat menyusui, sebab bisa mengurangi kadar vitamin C di dalam ASI dan juga mengakibatkan stres oksidasi pada bayi. 

Selain itu, perhatikan juga makanan yang dikonsumsi. Jangan pilih makanan yang mungkin terkontaminasi oleh pestisida, insektisida, dan bahan kimia lainnya karena zat-zat ini bisa terserap ke dalam ASI dan dikonsumsi oleh bayi.

Sebaiknya pilih buah dan sayur organik yang bebas bahan kimia. Selain mengonsumsi vitamin C, ibu menyusui sangat disarankan untuk memperbanyak minum cairan misalnya minum segelas air setiap sebelum dan sesudah menyusui untuk mencegah dehidrasi.