Melakukan Vaksin Pneumonia, Aman atau Tidak?

  • June 11, 2021
vaksin pneumonia

Kebanyakan anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan berbagai jenis vaksin sejak masih kecil. Salah satu jenisnya adalah vaksin pneumonia, yaitu vaksin yang berfungsi untuk mencegah anak mengalami gejala parah dari pneumonia di kemudian hari.

Pneumonia adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Kondisi ini bisa ringan, tapi bisa juga parah. Pada kasus pneumonia yang parah, bila tidak segera diobati, bisa mengancam jiwa. 

Apa itu vaksin pneumonia?

Vaksinasi pneumonia berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi pneumonia. Infeksi ini terjadi akibat paparan bakteri Streptococcus pneumoniae. 

Dengan melakukan vaksinasi, Anda maupun anak Anda dapat terhindar dari risiko pneumonia. Selain itu, ini juga mencegah terjadinya penularan pneumonia di lingkungan sekitar Anda. 

Perlu diperhatikan, vaksinasi tidak seratur persen bisa menjauhkan Anda dari potensi pneumonia. Anda masih ada peluang untuk terkena penyakit tersebut.

Hanya saja, peluang itu cenderung rendah. Ketika terkena pun, gejalanya tidak akan terlalu parah dan tidak menimbulkan komplikasi yang serius. 

Ada dua jenis vaksin pneumonia yang umumnya diberikan. Kedua jenis vaksin itu meliputi: 

  • PPSV23

Jenis vaksin PPSV23 bekerja dengan melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia. Jenis vaksin ini bisa diberikan hanya dengan satu dosis saja dan bisa bertahan untuk seumur hidup.

Biasanya, orang yang menerima jenis vaksin ini adalah lansia yang sudah berusia 65 tahun ke atas. Ini juga bisa diberikan pada remaja dan orang dewasa di bawah usia 65 tahun yang menderita penyakit medis jangka panjang.

  • PCV13

Jenis vaksin ini memberikan perlindungan terhadap 13 jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia. 13 jenis bakteri ini umumnya menyerang anak-anak dan orang dewasa, namun tidak menyerang lansia.

Pemberian vaksin PCV13 dikhusus untuk anak-anak di bawah usia dua tahun. Untuk anak-anak di atas usia 2 tahun sampai orang dewasa juga bisa mendapatkan vaksin ini. Dosis yang diberikan adalah sebanyak dua dosis. 

Pemberian jenis vaksin bisa disesuaikan juga dengan kondisi medis setiap orang. Terkadang, orang dewasa yang merokok juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksin pneumonia. Dalam hal ini, penentuan jenis vaksin perlu dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter. 

Orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin

Vaksinasi pneumonia tidak dianjurkan untuk semua orang. Hanya orang-orang dalam golongan faktor risiko saja yang diperbolehkan untuk menerima vaksin ini.

Secara khusus, ada beberapa golongan orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin ini. Mereka adalah:

  • Penderita alergi

Beberapa orang mungkin saja memiliki alergi terhadap vaksin. Misalnya pada anak-anak yang sering mengalami reaksi alergi parah setelah mendapatkan vaksinasi jenis lain di masa lalu.

Reaksi alergi parah bisa terjadi apabila Anda memiliki alergi terhadap kandungan tertentu yang ada di dalam vaksin. 

  • Penderita demam

Jika Anda menderita demam, Anda tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin. Sebaiknya, tunda pemberian vaksin sampai demam turun dan kondisi Anda membaik sepenuhnya. 

  • Wanita hamil dan menyusui

Wanita hamil dan menyusui rentan mengalami berbagai efek samping negatif bila melakukan vaksinasi. Ini juga akan mempengaruhi kesehatan bayi Anda.

Oleh sebab itu, sebelum melakukan vaksin, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. 

Hindari melakukan vaksin pneumonia bila Anda termasuk ke dalam ketiga kategori di atas. Agar hasil vaksin maksimal, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk melakukan vaksin.

Daria

E-mail : admin@festiquotes.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*