Mengapa Vitamin C untuk Ibu Menyusui Penting?

Mengapa Vitamin C untuk Ibu Menyusui Penting?

  • June 9, 2021

Ibu menyusui membutuhkan nutrisi dua kali lipat lebih banyak daripada ketika hamil. Salah satu yang penting adalah mencukupi kebutuhan vitamin C untuk ibu menyusui.

Vitamin C memiliki peran yang cukup vital karena mempengaruhi sistem kekebalan tubuh baik ibu dan juga bayi. Selain itu, vitamin C juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit serius tertentu.

Pentingnya vitamin C untuk ibu menyusui

Vitamin C yang juga dikenal sebagai L-ascorbic acid (asam askorbat) ditemukan secara alami di beberapa makanan. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas, salah satunya dihasilkan dari sinar ultraviolet matahari dan polusi lingkungan.

Radikal bebas bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan DNA yang dapat meningkatkan berbagai macam risiko penyakit serius, salah satunya adalah kanker. Vitamin C juga berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, guna memerangi berbagai macam virus, bakteri, dan patogen lainnya yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu menyusui untuk mencukupi kebutuhan vitamin C hariannya. Sebab, saat menyusui tubuh membutuhkan banyak energi dan juga nutrisi serta vitamin yang membantu menyehatkan tubuh.

Vitamin C dapat terserap ke dalam ASI dan dikonsumsi oleh bayi, yang juga akan mendapatkan manfaat lainnya seperti:

  • menyembuhkan luka
  • mengurangi peradangan
  • menyehatkan kulit 
  • mencegah tanda-tanda penuaan
  • mengatasi dan melindungi tubuh dari infeksi
  • membantu penyerapan zat besi
  • mencegah penyakit kanker dan jantung

Kadar vitamin C yang tepat

Tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin C, sehingga kita hanya bisa mendapatkannya dari makanan atau suplemen. Beberapa makanan sumber vitamin C terbaik berasal dari buah-buahan dan sayuran hijau.

Berapa kadar vitamin C untuk ibu menyusui yang tepat? Kadar kebutuhan vitamin C untuk ibu menyusui rata-rata adalah 120 mg per hari, bagi ibu menyusui yang berusia di atas 18 tahun, asupan hariannya adalah 115 mg.

Untuk bayi berusia hingga 6 bulan, asupan rekomendasi harian untuk vitamin C adalah 40 mg per hari. Jumlah ini akan naik hingga 50 mg sampai bayi berusia 1 tahun, dan kembali turun hingga 15 mg sampai berusia 3 tahun.

Batasan asupan vitamin C per hari adalah 2.000 mg per harinya, dengan asupan makanan sehat tiap harinya biasanya tidak akan melebihi jumlah tersebut. Namun jika Anda juga mengonsumsi suplemen vitamin C sebagai tambahan, ada kemungkinan risiko kadar vitamin C yang berlebih. 

Kelebihan kadar vitamin C bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, muntah, mulas, kram perut, dan sakit kepala. Sedangkan pada bayi bisa menyebabkan scurvy atau skorbut jika terjadi pada saat kehamilan.

Skorbut merupakan penyakit langka yang disebabkan hati yang memproses vitamin C terlalu cepat dan membuangnya dari tubuh, terkadang skorbut juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Penyakit ini ditandai dengan gejala pendarahan pada badan, lebam, dan gusi berdarah.

Tips untuk ibu menyusui

Meskipun baik untuk tubuh, mengonsumsi vitamin C untuk ibu menyusui tidak bisa sembarangan. Salah satunya adalah dengan tidak merokok saat menyusui, sebab bisa mengurangi kadar vitamin C di dalam ASI dan juga mengakibatkan stres oksidasi pada bayi. 

Selain itu, perhatikan juga makanan yang dikonsumsi. Jangan pilih makanan yang mungkin terkontaminasi oleh pestisida, insektisida, dan bahan kimia lainnya karena zat-zat ini bisa terserap ke dalam ASI dan dikonsumsi oleh bayi.

Sebaiknya pilih buah dan sayur organik yang bebas bahan kimia. Selain mengonsumsi vitamin C, ibu menyusui sangat disarankan untuk memperbanyak minum cairan misalnya minum segelas air setiap sebelum dan sesudah menyusui untuk mencegah dehidrasi.